Mengenal Lebih dalam Sejarah Revolusi Industri


Seiring pertumbuhan populasinya di planet bumi, manusia selalu dituntut untuk menjadi lebih efisien dan cepat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Hal ini secara tidak langsung memberikan manusia sebuah dorongan untuk merevolusi segala aspek untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Dari proses produksi hingga pendistribusiannya.

Beberapa zaman menjadi contoh bahwa manusia selalu memperbarui aspek-aspek tersebut.

Sebut saja kehadiran zaman batu hingga zaman logam, dimana manusia mengenal bagaimana cara melebur besi untuk menjadi alat perkakas produksi hingga distribusi.

Istilah Revolusi Industri muncul pada pertengahan abad ke 17 untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam skala yang lebih besar.

Di era revolusi ini peran manusia dan hewan mulai digantikan dengan mesin, seperti mesin uap.

Revolusi Industri kedua atau 2.0 lahir sebagai jawaban dari tuntutan kecepatan produksi yang lebih cepat dari sebelumnya. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 mulai lahir beberapa mesin bertenaga motor pembakaran.

Selain sebagai alat produksi, di era ini juga lahir berbagai jenis kendaraan seperti mobil, sepeda motor, dan pesawat terbang. Di era ini juga sebagai tanda munculnya teknologi pembangkit tenaga listrik.

Dengan hadirnya kendaraan bermotor tentu memangkas jarak dan waktu antar manusia dalam aspek apapun.

Akan tetapi manusia tidak pernah puas sampai disitu saja. Hingga pada akhir abad ke 20, lahirlah teknologi digital dan internet yang menandai kehadiran Revolusi Industri 3.0

Selain memberikan dampak ke bagaimana masyarakat berelasi dan berkomunikasi, revolusi industri 3.0 juga memberikan dampak positif pada pabrik-pabrik.

Untuk meningkatkan kemampuan produksi yang lebih cepat dan efisien, mereka mulai menggunakan mesin-mesin.

Selain itu teknologi ini memberikan kemudahan bagi manusia untuk mencari informasi, data, dan berita. Imbasnya, pengguna internet meningkat pesat lebih dari 1000% sejak tahunn 2000.

Dimana lebih dari setengah populasi manusia telah menggunakan internet di tahun 2018.

Proses penggunaan teknologi digital dan internet ini menciptakan data yang tidak sedikit jumlahnya, seperti yang dilansir oleh situs Forbes ada sekitar 2.5 quintillion bytes data atau dua tingkat diatas triliyun, yang dihasilkan setiap harinya.

Beberapa penggunaan data digital antara lain seperti pencarian menggunakan mesin pencarian seperti Google yang setiap harinya terdapat sekitar 3.5 miliar pencarian.

Penggunaan sosial media seperti posting foto pada aplikasi Snapchat sebanyak 527,760 foto setiap menitnya, posting pengguna Instagram sekitar 46,740 foto setiap menit, dan penggunaan dalam berkomunikasi seperti 16 juta pesan yang terkirim dan 156 juta email terkirim setiap menitnya.

Sehingga berdasarkan angka-angka yang disebutkan tadi, sekitar 90% data yang ada di dunia tercipta dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Ini merupakan salah satu bukti peran revolusi industri ketiga, yaitu revolusi teknologi digital dan internet yang memberikan dampak pada jumlah data yang dihasilkan manusia.

Revolusi industri berlanjut pada awal abad 21, revolusi industri 4.0 biasa disebut dengan smart factory.

Dimana segala proses produksi dan manufaktur dilakukan secara otomatis dan dengan teknologi tinggi. 

Selain itu pada era ini manusia telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi hadir begitu cepat. 

Sehingga pada era industri ini, ukuran besar perusahaan tidak menjamin kesuksesannya. Akan tetapi kemampuan adaptasi dan bergerak gesit dalam menyikapi perubahan menjadi kunci keberhasilan dalam meraih prestasi.

Ada beberapa penopang kemajuan industri 4.0. Selain Artificial Intelligence (AI), muncul juga beberapa sektor dibidang teknologi antara lain, internet of things (IoT), human-machine interface, teknologi robotik dan sensor serta teknologi 3D printer atau percetakan tiga dimensi.

Kemunculan teknologi tersebut sejalan dengan hadirnya revolusi industri ini, dimana industri akan memasuki dunia virtual yang segala penggunaan mesin konvensional dan pekerjaan yang biasa dieksekusi oleh manusia akan tergantikan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet.

Ada 4 prinsip desain dari revolusi 4.0 ini. Antara lain Interconnection dimana mesin, perangkat, sensor dan manusia memiliki kemampuan untuk berkomunikasi satu sama lain dalam jaringan.

Selanjutnya Information transparency. Pada prinsipnya transparansi informasi menyediakan informasi yang dalam jumlah yang besar yang berguna untuk membuat keputusan yang tepat, dan juga berguna untuk meningkatkan kemajuan dan menciptakan inovasi baru.

Technical assistance memiliki arti sistem memiliki kemampuan untuk membantu manusia dalam mengumpulkan dan memvisualisasikan informasi secara komprehensif untuk membuat keputusan yang tepat dan memecahkan masalah.

Selain itu prinsip ini mendukung secara fisik pekerjaan manusia yang melakukan berbagai tugas yang tidak menyenangkan, melelahkan atau tidak aman bagi pekerja manusia.

Prinsip yang terakhir yaitu Decentralized Decisions. Dimana sistem fisik dapat membuat keputusan sendiri dan melakukan tugasnya semandiri mungkin, akan tetapi dalam kasus tertentu seperti adanya gangguan dan tujuan lain, tugas ini kembali ditangani oleh manusia.

Referensi:

How Much Data Do We Create Every Day? The Mind-Blowing Stats Everyone Should Read. (2018, Mei 21). Retrieved from Forbes: https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2018/05/21/how-much-data-do-we-create-every-day-the-mind-blowing-stats-everyone-should-read/#5610019060ba

Internet Usage Statistics. (2018). Retrieved from Internet World Stats: https://www.internetworldstats.com/stats.htm

Sejarah Revolusi Industri 1.0 Hingga 4.0. (2018, Oktober 9). Retrieved from Sekolah Vokasi UGM: http://otomasi.sv.ugm.ac.id/2018/10/09/sejarah-revolusi-industri-1-0-hingga-4-0/

What is Industry 4.0 and What Does it Mean for My Manufacturing? (2017, May 2). Retrieved from Saint Clair Systems: https://blog.viscosity.com/blog/what-is-industry-4.0-and-what-does-it-mean-for-my-manufacturing

, ,

One response to “Mengenal Lebih dalam Sejarah Revolusi Industri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *