Kebuntuan Bukan Akhir Dari Segalanya, Guys!


Gak selamanya apa yang kita impikan, apa yang kita rencanakan, apa yang kita harapkan, bakal berjalan sesuai rencana.

Eh, itu kalo punya rencana ya, gimana yang gak punya rencana (?)

Seringkali ketika menemui permasalahan, menemui kebuntuan di jalan menuju target, lantas kita berhenti di tengah jalan. Dan akhirnya menyerah.

Menurut gue, itu normal sih. Apalagi kalo kita sebenernya gak punya “rencana” yang matang.

Gue nulis ini juga ya karena baru aja ngalamin hal itu.

Tapi tujuan gue nulis ini bukan untuk curhat, tenang. Tapi mau kasih sedikit solusi yang biasa gue pake.

Ada 2 hal yang sangat sangat krusial di fase kebuntuan ini.

Check, and Act Again.

Ya, cuma 2 hal itu yang bisa kita lakukan untuk tetap mencapai tujuan akhir yang sama.

Pivot

Tapi misal setelah proses Check disadari bahwa emang bener-bener gak bisa dilanjutkan, ya… kita bisa ngelakuin yang namanya Pivot.

Singkatnya, ya kita itu merubah secara signifikan arah atau bahkan tujuan akhir kita.

Istilah ini gue dapetin dari dunia startup sih, banyak app-app yang lo kenal sekarang itu telah berubah secara signifikan dari awal mereka berdiri.

Sebut saja Instagram, yang sebelumnya adalah aplikasi check-in. Twitter yang awalnya jaringan untuk mencari dan berlangganan podcast.

Dan masih banyak lagi, lo bisa cek aja di google deh.

Check and Act Again.

Nah, kembali lagi ke pokok bahasan kita. Kalo misal lo mikir, “ah kayaknya berubah total itu susah banget deh”.

Ya kita bisa pake metode ini, pertama kita mengevaluasi apakah prosedur, taktik atau cara-cara yang kita tempuh untuk mencapai goals akhir sudah maksimal atau perlu ada perbaikan.

Dari hasil evaluasi dan pengecekan itu, kita buat prosedur, atau cara-cara baru yang lebih efisien, efektif, dan tepat untuk mencapai goals kita.

Barulah kita menjalani tujuan kita dengan cara-cara baru tadi.

Btw, ternyata yang barusan kita bahas ini adalah penerapan dari Kaizen. Gue sih baru tau hal ini setelah ngelamar di suatu perusahaan, jadi belajar.

Gue sendiri udah berulang kali ngelakuin hal-hal ini, yang kelihatannya sepele dan simple bagi sebagian orang.

Salah satunya yang berurusan dengan usaha gue (Little Box Creative), bahkan gue sampe keluar duit untuk beli buku, kelas, dan lain sebagainya.

Jadi ketika tujuan akhir gue bersama Little Box kerasa agak berat dijalani, gak serta merta membuat gue menyerah dan berhenti.

Ada cara-cara yang bisa kita lakuin untuk menemukan formula baru, untuk mencapai tujuan yang sama.

Begitu juga dengan masalah sehari-hari, masalah perkuliahan. Ini juga bisa, dan udah gue diterapin ke hal lain.

Semangat, jangan putus semangat guys!

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *